Cara Memasang Baja Ringan ke Tembok – Seperti yang diketahui, bangunan sekarang lebih banyak memakai baja ringan atau sering disebut galvalum. Memang baik mengurangi penggunaan kayu, itu sekaligus juga membantu mengurangi penggundulan hutan. Tapi, sebelum memakai baja ringan pada pembangunan. Bagi pekerja konstruksi harus mengetahui terlebih dahulu cara memasang baja ringan ke tembok dengan benar.

Penggunaan baja ringan atau galvalum memang mulai banyak peminatnya. Selain karena bahannya awet, juga lebih praktis dari pada memakai bahan konstruksi lainnya. Tapi sebelum beralih cara memasang baja ringan ke tembok, ketahui terlebih dahulu apa itu baja ringan?

Pengertian Baja Ringan

Baja ringan merupakan salah satu material bangunan yang biasanya digunakan untuk konstruksi terutama bagian atap. Kebanyakan bahan baja ringan terbuat dari campuran seng dan alumunium. Baja ringan atau galvalum memiliki massa yang ringan dan tipis namun kuat juga kokoh tapi tidak kalah dengan baja konvensional.

Lambat laun pembuatan baja ringan mengalami kemajuan, terutama pada bagian mutu. Dan setiap produsen harus menyesuaikan standar material pembuatan baja ringan dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Dari sisi standar SNI baja ringan atau galvalum memiliki kekuatan leleh sekitar 550 mpa.

Bentuk baja ringan atau galvalum yang paling sering dipakai di pasaran adalah tipe profil C dan profil reng. Masing-masing bentuk memiliki bahan dan fungsi yang berbeda. Dan setiap produsen baja ringan memiliki standar ukuran masing-masing. Baik itu dari segi ukuran panjang, lebar, dan ketebalannya.

Itulah pengertian dari baja ringan atau galvalum. Sebagai pekerja atau produsen kontruksi baja ringan harus mengetahui cara memasang baja ringan ke tembok. Sehingga ketika konsumen bertanya, sudah ada pengetahuan cara pememasangan dan edukasi material kepada kosumen.

Cara Memasang Baja Ringan ke Tembok

Untuk memasang baja ringan dengan baja ringan lainnya sangat mudah. Yang diperlukan hanya paku khusus atau disebut paku profil. Tidak lupa juga memakai bor untuk mempermudah pengerjaan. Tapi beda lagi jika memasang baja ringan ke tembok. Ada tips cara memasang baja ringan ke tembok. Berikut ini tahapan dan cara memasang baja ringan ke tembok dengan benar.

Pastikan Tembok dalam Keadaan Rata

Cara memasang baja ringan ke tembok yang pertama adalah memastikan tembok yang akan dipasang dalam keadaan rata. Artinya tidak ada kotoran yang menempel karena akan mengganggu proses pemasangan.

Cara memratakannya juga mudah, cukup digerinda memakai mesin atau scrap bila permukaan hanya tidak rata dikarenakan bekas semen yang menempel. Ingat, jangan sampai permukaan tembok rusak ketik proses pemasangan karena akan menggangu pandangan.

Tembok Harus Siap Pasang

Cara yang kedua adalah mempersiapkan tembok, jangan sampai ada kecacatan atau plasteran dinding masih dalam keadaan basah. Dikatakan cacat jika tembok tersebut rapuh, berlubang atau retak rambut. Sebaiknya tunda dulu pemasangan dengan memperbaiki kecacatan tembok. Jika dipaksakan akan membuat baja ringan tidak bertahan lama.

Karena pemasangan akan menimbulkan getaran saat pemasangan dinabolt yang di khawatirkan akan menambah retakan pada dinding yang kurang baik atau masih dalam keadaan basah.

Rangkai Baja Ringan

Setelah dua cara memasang baja ringan ke tembok di atas, maka harus ada rangkaian baja ringan yang akan dipasangkan. Buatlah rancangan yang sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Siapkan bor dan sekrup khusus untuk baja ringan atau galvalum yang bentuk ujungnya lancip.

Ada beberapa jenis sekrup untuk baja ringan. Dan dibedakan berdasarkan panjang dan bahannya. Untuk mencegah kebocoran, sekrup yang digunakan adalah yang memiliki lapisan karet. Tapi sekrup-sekrup tersebut tidak digunakan untuk baja ringan yang dipasangkan ke tembok, hanya untuk menyatukan antara baja ringan saja.

Pola Rangkaian sesuai Bentuk Dinding

Susun dengan benar baja ringan sesuai dengan pola yang sudah disiapkan. Selalu lakukan pengecekan rangka baja yang dibuat, agar benar-benar sesuai dengan bentuk dindingnya. Sehingga pemasangan pada dinding tidak akan mengalami kesulitan dikarenakan rangkaian tidak pas atau tidak sesuai dengan bentuk dinding yang akan di pasangkan baja ringan.

Kunci dengan Dinabolt

Bagian ini memerlukan ketelitian dalam pemasangannya. Siapkan sekrup khusus yang biasanya memakai paku susuk atau paku dynabolt. Jika memakai dynabolt, maka segera siapkan sebelum pemasangan. Jika rangkanya panjang, pasang dynabolt dengan jarak 50 cm. Semakin banyak dynabolt yang dipasang maka akan semakin baik. Dan cara pemasangan dynabolt adalah

  • Tembok di bor sesuai dengan ukuran dynabolt yang dipakai.
  • Baja ringan juga di bor sesuai dengan ukuran dynabolt.
  • Masukkan dynabolt yang sudah dilubangi dengan bor.
  • Ujung dynabolt pada baja ringan juga dipasang.
  • Rekatkan kedua ujung dynabolt dengan sekrup khusus yang sudah tersedia.
  • Cek kembali setelah pemasangan

Cara memasang baja ringan ke tembok yang terakhir adalah melakukan pengecekan ulang terhadap baja ringan yang sudah dipasang. Apakah paku yang sudah dipasang sudah benar. Pastikan semua sudah terpasang dengan sempurna. Jika sudah selesai bisa beralih pemasangan baja ringan lainnya.

Penggunaan baja ringan memang kuat sehingga bisa menopang berbagai jenis atap bangunan. Mulai dari genteng yang terbuat dari tanah liat sampai dari material galvanis lainnya. Oleh karena itu ada beberapa keunggulan jika memakai atap yang terbuat dari baja ringan.

Tips Perakitan Baja Ringan

  • Menggunakan sekrup dan bracket yang sudah disediakan produsen. Karena beda profil, beda pula sekrup dan bracketnya.
  • Menyesuaikan bentuk dan jenis materialnya. Ketika perakitan, sesuaikan dengan beban yang akan ditopangnya. Lakukan perakitan yang sesuai dengan kaidah perakitan baja ringan, untuk mendapatkan struktur bangunan yang kokoh dan tahan terhadap guncangan.

Jasa Renovasi Rumah

Keunggulan Baja Ringan

Setelah mengetahui cara memasang baja ringan ke tembok. Selanjutnya adalah keunggulan baja ringan sehingga banyak yang menggunakannya dalam membangun bangunan.

Mudah dalam Pemasangan

Meskipun dari baja, tapi galvalum memiliki berat yang ringan dibandingkan material lainnya. Beratnya sekitar 9 Kg/m². Karena beratnya begitu ringan memudahkan para pekerja konstruksi untuk memasangnya.

Awet dan Kuat

Selain ringan, baja ringan atau galvalum termasuk material yang awet sekaligus cukup kuat. Selain itu, baja ringan tidak akan mudah berkarat dan bisa bertahan meskipun cuaca sedang ektsrem. Dan tentunya tahan terhadap rayap. Hasilnya bisa melindungi rumah dengan lebih maksimal.

Mudah Disambung dan Dibentuk

Jika memiliki keinginan desain atap yang lain dari pada lainnya. Memakai baja ringan untuk atap bisa dijadikan solusinya. Karena baja ringan mudah dibentuk dan juga mudah dipotong. Selain itu, baja ringan juga mudah disambung dengan material lainnya. Yang pastinya harus menggunakan material penghubung dari baja.

Kekuatan Tarik yang Tinggi

Ternyata baja ringan memiliki sifat khusus lebih lentur dibandingkan material lainnya. Kelenturan ini sangat penting karena semakin besar tegangan tarik atap, maka energi yang diserap juga semakin banyak.

Produksi Pabrik

Berbeda dengan atap kayu yang dibuat menggunakan tangan, Galvalum atau baja ringan memiliki sifat yang seragam karena diproduksi di pabrik. Oleh karena itu kualitasnya juga tidak jauh berbeda, mutu yang digunakan juga konsisten sama.

Karena keunggulan-keunggulan di atas membuat baja ringan lebih banyak peminatnya. Meskipun cara memasang baja ringan ke tembok juga tidak begitu sulit. Akan tetapi ada baiknya jika Anda meminta bantuan jasa renovasi rumah yang paham dan ahli dalam pemasangan baja ringan.

Baca Juga : Langkah Cara Pasang Kloset Duduk yang Benar dan Mudah

Leave a Reply