Upah Tukang Bangunan Borongan dan Harian – Anda yang akan atau sedang bersiap untuk membangun rumah pasti terbesit pertanyaan berapa upah tukang bangunan yang akan Anda bayarkan. Sistem pemberian upah, terbagi menjadi dua sistem, yaitu sistem upah tukang borongan dan upah harian.

Sistem harga upah tukang banguna harian yaitu berarti setiap harinya setelah bekerja setiap tukang bangunan akan berhak mendapatkan upah mereka. Sedangkan untuk sistem upah borongan, maka telah terjadi kesepakatan kerja tukang bangunan akan mendapatkan total upah sesuai dengan jumlah hari kerja mereka. Atau dapat juga dihitung berdasarkan kesepakatan upah tukang bangunan per meter yang berlaku di suatu daerah.

Menentukan upah tukang bangunan borongan atau harian sebenarnya hanyalah masalah kesepakatan Anda dengan tikang bangunan yang Anda percayakan, kedua sistem tersebut pada dasarnya sama saja hanya mungkin jika Anda menggunakan sistem upah tukang borongan Anda akan dimudahkan dalam hal pengaturan tenaga kerja.

Upah Tukang Bangunan Borongan

Salah satu faktor paling penting, jika Anda menggunakan jasa tukang bangunan dengan menggunakan sistem pemberian upah dalam bentuk borongan adalah terjadinya kesepakatan antara Anda dengan pihak tukang bangunan tersebut.

Sementara itu, sistem upah untuk tukang bangunan borongan juga terbagi lagi ke dalam dua kategori. Kategori pertama adalah Anda hanya memberikan upah kerja kepada tukang tersebut dalam artian tukang memborong pekerjaa hanya upah kerjanya saja, sebab untuk material/bahan bangunannya sudah Anda siapkan sendiri.

Kategori yang kedua adalah dengan menerapkan sistem borongan keseluruhan, termasuk upah tenaga kerja dan biaya pembelian material bangunan diserahkan sepenuhnya kepada tukang bangunan yang sudah Anda kontrak tersebut.

Jika Anda menggunakan jasa tukang bangunan borongan ada keunggulan dan kelemahannya. Keunggulannya terletak dari besaran upah yang diberikan cenderung murah, apalagi jika hanya membayar tenaga dari tukang bangunan saja, sedangkan material bangunannya Anda siapkan sendiri.

Sementara itu, untuk kelemahan dari pemberian upah tukang bangunan yang menggunakan sistem borongan, ini terletak pada kualitas hasil pekerjaannya. Jangan malas untuk mengawasi hasil pekerjaannya, karena biasanya tukang bangunan borongan terbiasa bekerja terburu-buru tanpa memperhatikan kualitas, karena mereka berfokus pada kecepatan menyelesaikan kerja agar mendapatkan keuntungan yang semakin besar.

Upah Tukang Bangunan Harian

Salah satu kelebihan dari menggunakan jasa tukang bangunan yang pembayaran upahnya menggunakan sistem harian adalah Anda bebas menghentikan pekerjaan dari tukang tersebut, jika Anda merasa bahwa hasil pekerjaannya kurang memuaskan. Sementara itu, kelemahan dari sistem ini adalah kurang praktis, sebab segala bahan/material bangunannya harus Anda siapkan sendiri.

Menggunakan jasa tukang banguna harian juga berarti Anda harus lebih ekstra dalam mengawasi kinerjanya. Tentunya Anda tidak ingin rugi bukan? Hal seperti itu biasanya disebabkan karena ada oknum tukang bangunan nakal yang sengaja bermalas-malasan dalam bekerja sehingga semakin lama untuk menyelesaikan pekerjaannya yang berarti biaya yang harus dikeluarkan untuk upah tukang bangunan pun semakin besar.

Salah satu kelebihan dari sistem upah tukang banguna harian adalah tukang bangunan tidak memiliki kesempatan untuk menganggur atau bemalas-malasan. Sehingga Anda bisa lebih leluasa dalam membangun rumah yang sesuai dengan keinginan Anda.

Jasa Tukang Bangunan

Tentunya yang demikian sangat sesuai sebagai salah satu cara mengefisienkan pekerjaan tukang bangunan. Tapi sayangnya, Anda harus terlebih dulu menyiapkan semua material yang dibutuhkan. Jangan lupa pula untuk menjelaskan secara detail desain rencana pembangunan dan aturan yang harus mereka sepakati.

Maka dari itu, siapkan terlebih dahulu material dan gambaran kerja sehingga bisa mengefisienkan waktu kerja dari tukang banguna harian tersebut. Disarankan jika Anda ingin menggunakan tukang harian, maka gunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kecil saja, contohnya seperti mengecat ruang atau memasang keramik lantai yang sifatnya memerlukan ketelitian dan kerapian.

Sedangkan untuk Standar upah tukang banguna harian sendiri itu bervariasi sesuai kemampuan skill dan produktifitas tukang tersebut. Semakin baik kualitas dan produktif pekerjaan yang dihasilkan, maka akan semakin mahal pula bayaran yang akan mereka terima tiap harinya. Akan tetapi jika Anda merasa kerepotan dan tidak memiliki waktu yang banyak mengurusi rumah yang sedang Anda bangun. Menggunakan jasa renovasi rumah di Medan barang kali menjadi alternatif yang baik bagi Anda.

Upah Lembur Tukang Bangunan

Upah lembur akan muncul bila tukang bangunan melakukan pekerjaan lebih dari jam yang telah ditentukan pemerintah yaitu 8 jam kerja dalam sehari. Upah lembur wajib di bayarkan kepada pekerja sesuai dengan aturan dan kesapakatan yang telah berlaku. Kompensasi upah kerja lembur ini berlaku dalam berbagai jenis pekerjaan, termasuk dalam pengupahan tukang bangunan.

Akan tetapi upah lembur aka hilang jika tukang bangunan menggunakan sistem pengupahan borongan. Besaran upah lembur pekerja bangunan bervariasi tergantung pekerjaan apa yang mereka kerjakan dan skill pekerja yang melakukan lembur. Nilai besaran yang akan mereka terima biasanya adalah 1 hari kerja dari nilai upah harian kerja mereka.

Misal tukang bangunan bekerja dengan upah harian sebesar Rp. 120.000 / hari, maka jika tukang tersebut melebihkan waktu pekerjaan lebih dari 8 jam kerja hingga larut malam, maka pemilik pekerjaan wajib memberikan tambahan gaji kepada mereka sebesar 2x upah kerja harian mereka pada hari yang sama.

Besaran jumlah upah lembur tukang bangunan akan berbeda-beda tergantung jenis pekerjaan yang mereka lakukan keahlian yang mereka miliki, akan tetapi secar ahak dan kewajiban semua tukang bangunan akan dianggap sama dan memiliki tanggung jawab yang sama pula.

Standar Upah Tukang Bangunan Harian

Berikut ini ada daftar lengkap tentang perkiraan rata-rata upah tukang banguna harian berpengalaman paling baru :

Spesifikasi Satuan Harga
Tukang Gali Orang/hari Rp. 95.000
Tukang Kayu Orang/hari Rp. 110.000
Tukang Batu Orang/hari Rp. 100.000
Tukang Besi Beton Orang/hari Rp. 120.000
Tukang Cat Orang/hari Rp. 115.000
Tukang Besi Profil Orang/hari Rp. 125.000
Tukang Ledeng Orang/hari Rp. 115.000
Tukang Listrik Orang/hari Rp. 120.000

Cara Menghitung Upah Tukang Bangunan

Pada dasarnya, untuk menentuka harga borongan tukang bangunan itu cukup mudah, Anda hanya perlu mengalika harga upah per m2 dengan luas bangunan. Untuk menentukan berapa biaya yang diperlukan untuk memberikan upah per m2 pada tukang bangunan itu membutuhkan beberapa pertimbangan tertentu, di antaranya seperti berikut ini:

1. Lokasi Bangunan

Lokasi sebuah bangunan yang akan dibangun itu bisa dijadikan sebagai salah satu faktor yang dapat menentuka harga upah per m2. Jika lokasi bangunan tersebut ada di tengah kota, tentu harganya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan lokasi bangunan di pinggiran kota apalagi di pedesaan.

2. Tingkat Kesulitan

Desain rumah atau bangunan yang terlalu rumit tentu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membangunnya. Oleh sebab itu, beda desain bangunan maka akan beda pula jumlah dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

3. Jenis Pekerjaan

Perlu diketahui bahwa masing-masing jenis item pekerjaan pada bangunan itu memiliki harga yang berbeda-beda. Jika ada lebih banyak jenis pekerjaan yang harganya mahal, maka tentunya akan berpengaruh pada harga keseluruhan upah borongan tersebut.

4. Tingkat Keahlian Tukang Bangunan

Semakin banyak tukang bangunan yang lebih ahli ikut mengerjakan bangunan tersebut, tentu akan membuat harga keseluruhan borongan akan meningkat. Karena jika Anda mempekerjakan lebih banyak tukang bangunan yang ahli, kualitas dan kecepatan dari penyelesaian pekerjaan tersebut akan cenderung lebih memuaskan.

Upah Tukang Bangunan Borongan Per Meter

Spesifikasi Satuan Harga
Pemagaran m2 Rp. 32.500
Galian Tanah Pondasi m3 Rp. 94.500
Pemasangan Beton m2 Rp. 48.500
Pasang Bata m2 Rp. 30.000
Pasang Daun Jendela Unit Rp. 92.000
Pasang Kusen Jendela Unit Rp. 98.000
Pasang Daun Pintu Unit Rp. 195.000
Pasang Kusen Pintu Unit Rp. 175.000
Pasang Talang m2 Rp. 68.500
Pasang Atap m2 Rp. 132.500
Pasang Plafon m2 Rp. 35.000
Pasang Keramik Lantai m2 Rp. 62.500
Pasang Keramik Dinding m2 Rp. 58.500
Pasang Keramik Kamar Mandi m2 Rp. 48.500
Pengecatan Dinding m2 Rp. 22.500

Upah Tukang Bangunan Standar Pemerintah

Berdasarkan peraturan pemerintah, yang mengatur tentang standar pengupahan setiap pekerja pada suatu proyek pembangunan. Contohnya seperti pembangunan rumah tentu membutuhkan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya, dalam hal ini adalah tukang bangunan.

Setiap tukang bangunan tentu harus mendapatkan upah, sehingga upah tukang bangunan adalah salah satu bagian penting dalam sebuah proyek pembangunan. Berdasarkan SNI, metode perhitungan yang sering digunakan di Indonesia adalah menggunakan perhitungan upah pekerjaan Analisa Biaya Konstruksi 2008. Penetapan upah ini disusun berdasarkan produktivitas pekerjaan di lapangan dengan tujuan meningkatkan efisiensi waktu dan efektivitas dalam pembangunan.

Berbeda dengan sistem upah tukang bangunan pekerjaan yang dilakukan secara borongan, penetapan upah berdasarkan SNI 2008 ini memiliki faktor tetap. Hal tersebut sangat berbeda dengan penetapan upah pekerja berdasarkan sistem borongan yang sifatnya tidak tetap sebab masih dipengaruhi beberapa aspek. Contohnya seperti pengalaman, metode pelaksanaan, kondisi lapangan, peralata hingga keadaan cuaca.

Upah Minimum Tukang Bangunan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, terbagi menjadi dua yaitu satuan waktu dan satua hasil. Upah berdasarkan satuan waktu itu terbagi menjadi tiga kategori yaitu harian, mingguan, atau bulanan yang tentunya harus dibayarkan kepada para pekerja secara tepat waktu sesuai dengan kesepakatan atau ketentuan yang telah dibuat.

Sementara itu, untuk penetapan upah tukang bangunan yang didasarkan pada kesepakata hasil kerja, maka penetapan besarnya upah dilakukan pemilik pekerjaan berdasarkan pada hasil kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pemilik pekerjaan. Jika dalam hal ini yang dimaksud adalah gaji pekerja bangunan, maka penetapan upahnya berdasarkan pada kesepakatan antara pihak pemilik proyek dengan pihak tukang bangunan.

Gaji tukang bangunan akan berbeda – beda di setiap daerah dimana proyek yang akan di kerjakan, begitu juga dengan kesepakatan yang dibuat. Sebagai contoh upah tukang bangunan di Semarang, Bandung, Jakarta dan Medan sudah pasti akan berbeda. Karena gaji akan di sesuaikan denga harga UMK dan UMR yang berlaku, oleh sebab itu kontrak kesepakata harus dibuat di setiap lokasi proyek pembangunan yang akan dilakukan.

Terima kasih kami ucapkan telah mengunjungi situs ini, pesan serta saran kami terima denga hati dan anda dapat menghubungi kami. Silahkan download daftar upah tukang bangunan pekerjaan borongan dan harian lengkap yang telah kami sediakan, harga mungkin akan tidak sama dengan yang ada didaerah Anda. Akan tetapi ini biasa menjadi panduan Anda untuk menentukan upah tukang bangunan yang Anda pakai.

Baca Juga : Tips Membangun Rumah Sendiri dengan Dana Terbatas

Leave a Reply