Lompat ke konten utama

Bikin Rumah Biaya Murah, 9 Cara Hemat tapi Tetap Kuat

Bikin rumah biaya murah tetap bisa dilakukan di tahun 2026, asal penghematannya diambil dari ukuran rumah, desain, dan cara mengelola proyek. Bagian yang menahan beban seperti pondasi…

7 menit baca

bikin rumah biaya murah

Bikin rumah biaya murah tetap bisa dilakukan di tahun 2026, asal penghematannya diambil dari ukuran rumah, desain, dan cara mengelola proyek.

Bagian yang menahan beban seperti pondasi, kolom, dan balok justru tidak boleh dikurangi sedikit pun. Sayangnya banyak orang melakukan yang sebaliknya, besi dan semen diirit tapi denah rumah tetap dibuat besar.

Artikel ini membahas 9 cara bangun rumah murah yang aman, lengkap dengan patokan biaya per meter dan empat bagian rumah yang pantang dihemat.

Berapa Biaya Bikin Rumah Murah Tahun Ini?

Sebelum mencari cara hemat, pegang dulu patokan biayanya.

Untuk rumah kualitas standar, biaya borongan penuh tahun 2026 diperkirakan Rp. 3.5 juta sampai Rp. 5 juta per meter persegi.

Angka itu sudah termasuk material dan upah tukang.

1. Patokan Biaya per Meter di Medan

Biaya konstruksi di Sumatera Utara umumnya lebih rendah dari kota besar di Jawa.

Data Indeks Kemahalan Konstruksi BPS 2025 mencatat IKK Kota Binjai 90,24 dan Kabupaten Deli Serdang 90,09, dengan Surabaya sebagai acuan bernilai 100.

Artinya biaya membangun di dua daerah tetangga Medan itu kira-kira 10 persen lebih murah dari Surabaya.

Kalau memakai borongan jasa saja dan material dibeli sendiri, upahnya berkisar Rp. 650 ribu sampai Rp.1 juta per meter persegi.

Harga pasti tetap harus dihitung dari volume pekerjaan, dan langkahnya bisa diikuti di panduan cara menghitung biaya bangun rumah dari volume pekerjaan.

2. Kemana Saja Uang Bangun Rumah Habis?

Satu penelitian pada rumah tinggal tipe 90/72 menemukan pekerjaan struktur beton memakan sekitar 30 persen dari total biaya.

Sisanya terbagi ke pekerjaan persiapan, dinding, atap, finishing, serta instalasi listrik dan air. Jadi kalau ingin bikin rumah biaya murah, ruang berhemat paling besar justru ada di 70 persen sisanya, bukan di struktur.

Tabel berikut merangkum bagian mana yang boleh dihemat dan caranya.

Kelompok pekerjaan

Boleh dihemat?

Cara hemat yang aman

Persiapan dan tanah Sebagian Hitung urugan sejak awal, atur jalur angkut material
Struktur (pondasi, sloof, kolom, balok) Tidak Ikuti hitungan struktur, jangan dikurangi
Dinding Ya Denah kotak, sedikit sekat, pilih bata dengan hitungan
Atap Ya Bentuk pelana, rangka baja ringan
Finishing Ya Pakai yang sederhana dulu, ganti bertahap
Listrik dan air Sebagian Titik secukupnya, instalasi tetap sesuai standar

9 Cara Bikin Rumah Biaya Murah

Sembilan cara berikut diurutkan dari keputusan paling awal, yaitu ukuran rumah, sampai urusan uang di lapangan.

1. Sesuaikan Luas Rumah dengan Jumlah Penghuni

Cara paling ampuh untuk bikin rumah biaya murah adalah tidak membangun ruang yang belum dipakai.

Pedoman Rumah Sederhana Sehat dalam Kepmen Kimpraswil No. 403/KPTS/M/2002 menghitung kebutuhan ruang 9 meter persegi per orang, dengan batas minimal 7,2 meter persegi.

Untuk keluarga berisi empat orang, rumah 36 meter persegi sudah memenuhi standar. Selisih beberapa meter saja sudah terasa di kantong.

Dengan patokan Rp4 juta per meter persegi, rumah 45 meter persegi lebih mahal sekitar Rp36 juta dibanding rumah 36 meter persegi.

2. Bangun Bertahap dengan Konsep Rumah Tumbuh

Rumah tumbuh adalah cara bikin rumah biaya murah dengan membangun bagian inti dulu sampai bisa ditempati, lalu menambah ruang saat dana tersedia.

Pola yang sering terjadi di lapangan justru sebaliknya. Pemilik memaksakan denah besar, lalu pembangunan berhenti di tahap dinding atau atap karena uangnya habis.

Supaya tahap berikutnya tidak perlu membongkar banyak, arah perluasan harus ditentukan dari awal.

Kalau rumah direncanakan naik ke lantai dua, pondasi dan kolomnya harus dihitung untuk beban dua lantai sejak tahap pertama.

Kekurangannya, penghuni perlu sabar karena fasilitas rumah belum lengkap dalam beberapa tahun pertama.

3. Pakai Denah Kotak dan Kurangi Sekat

Denah kotak atau persegi panjang punya keliling dinding paling pendek untuk luas yang sama.

Rumah 6 x 6 meter butuh dinding luar 24 meter, sedangkan rumah 4 x 9 meter dengan luas yang sama butuh 26 meter.

Setiap lekukan dan sudut tambahan juga berarti tambahan kolom dan bekisting.

Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur bisa disatukan tanpa sekat sehingga dinding dalam ikut berkurang.

Tips lain seperti memilih tanah dan menyusun rencana pengeluaran sudah dibahas di artikel tips bangun rumah hemat biaya.

4. Pilih Atap Pelana

Atap pelana hanya punya dua bidang miring, sehingga rangka, penutup atap, dan nok yang dibutuhkan lebih sedikit dibanding atap perisai yang punya empat bidang.

Atap pelana juga tidak punya jurai dan talang tengah yang sering jadi sumber bocor. Kekurangannya, dinding segitiga di sisi samping lebih sering kena tampias, jadi lebarkan sedikit teritisannya.

5. Pakai Kamar Mandi Bersama dan Kusen Ukuran Pasaran

Kamar mandi adalah ruang paling mahal per meter karena ada keramik dinding, pipa air, dan septic tank.

Arsitek Denny Setiawan seperti dikutip detikProperti menyarankan tiga kamar tidur cukup memakai satu kamar mandi bersama di luar kamar.

Pintu dan jendela juga sebaiknya memakai ukuran yang dijual jadi di toko bangunan, karena kusen ukuran khusus harus dipesan dan lebih mahal.

6. Bandingkan Bata Merah dan Bata Ringan dengan Hitungan

Banyak orang mengira bata ringan pasti jauh lebih murah.

Sebuah tugas akhir tahun 2025 yang menghitung tiga unit rumah dinas tipe 36 menemukan selisihnya hanya 3,91 persen.

Yaitu Rp193,7 juta dengan bata ringan dan Rp201,2 juta dengan bata merah.

Keunggulan bata ringan lebih banyak ada di pemasangan yang lebih cepat sehingga upah tukang berkurang.

Bata merah bisa lebih murah di daerah yang dekat dengan dapur bata karena ongkos angkutnya kecil.

Jadi minta harga kedua bahan di toko terdekat, lalu bandingkan biaya per meter persegi dinding jadi, bukan harga per buah.

7. Tunda Finishing yang Belum Mendesak

Keramik ukuran besar, plafon bermotif, dan cat berlapis-lapis bisa menunggu. Rumah sudah layak huni dengan keramik ukuran standar, plafon sederhana, dan cat dasar.

Yang tidak boleh ditunda adalah atap yang rapat, saluran air, dan instalasi listrik yang benar, karena memperbaikinya setelah rumah dihuni jauh lebih repot.

8. Pilih Sistem Borongan atau Harian yang Cocok

Borongan penuh membuat biaya lebih pasti karena risiko kekurangan material ditanggung pemborong.

Sistem harian bisa lebih murah kalau pemilik sanggup mengawasi setiap hari dan paham hitungan material, tapi bisa jadi lebih mahal kalau pekerjaan molor.

Kelebihan dan kekurangan keduanya dibahas lengkap di artikel bangun rumah borongan atau harian.

9. Siapkan Dana Cadangan dan Hitung Biaya yang Sering Terlupa

Sisihkan minimal 10 persen dari total RAB sebagai dana cadangan.

Uang ini dipakai untuk kenaikan harga material, perubahan kecil di lapangan, atau kondisi tanah yang ternyata lebih jelek dari dugaan.

Ada beberapa biaya yang sering tidak masuk hitungan awal pemilik rumah.

  • Urugan tanah kalau lahan lebih rendah dari jalan.
  • Retribusi PBG sebelum bangunan didirikan.
  • Pasang baru listrik dan sambungan air atau sumur bor.
  • Saluran air depan rumah, pagar, dan jalan masuk.
  • Ongkos angkut tambahan kalau truk material tidak bisa masuk sampai lokasi.

4 Bagian Rumah yang Jangan Pernah Dihemat

Bagian ini yang membedakan rumah biaya murah dengan rumah murahan.

Sumatera Utara termasuk wilayah rawan gempa, dan banyak kerusakan rumah sederhana saat gempa berawal dari pondasi yang lemah, besi yang kurang, dan sambungan kolom dengan balok yang tidak kuat.

Dari pengalaman tim Banamitra Kontraktor menangani proyek bangun rumah di Medan dan sekitarnya, empat bagian berikut paling sering diirit pemilik rumah dan paling mahal akibatnya.

  1. Pondasi harus sampai ke tanah keras dengan ukuran yang sesuai beban rumah. Pondasi yang dangkal atau terlalu kecil membuat dinding retak beberapa tahun kemudian, dan memperbaikinya jauh lebih mahal dari selisih biaya di awal. Cara membuat pondasi hemat yang tetap benar ada di panduan cara membangun pondasi rumah murah.
  2. Sloof, kolom, balok, dan ring balok harus tersambung jadi satu rangka utuh. Ikatan inilah yang menjaga dinding tidak roboh saat digoyang gempa, jadi tidak ada satu bagian pun yang boleh dihilangkan.
  3. Diameter besi tulangan dan jarak sengkang harus mengikuti hitungan. Mengecilkan besi kolom atau menjarangkan sengkang memang menghemat beberapa juta, tapi kekuatan kolom turun jauh. Pakar ITS menyebut banyak bangunan runtuh saat gempa Padang karena kolomnya lemah.
  4. Takaran semen dalam adukan beton tidak boleh dikurangi. Beton yang kurang semen kelihatan sama dari luar, tapi mutunya turun dan gampang retak, apalagi kalau setelah dicor tidak disiram beberapa hari.

Bikin rumah biaya murah bukan soal mencari material paling murah, tapi soal memilih ukuran, desain, dan sistem kerja yang tepat.

Hemat di luas rumah, bentuk denah, atap, dan finishing, lalu pegang dana cadangan 10 persen.

Pondasi, rangka beton, besi, dan campuran semen tetap harus sesuai hitungan supaya rumah murah tapi kuat untuk puluhan tahun.

Topik

  • banamitra
  • bangun rumah
  • biaya bangun rumah

Artikel memberi gambaran. Rumah Anda butuh hitungannya sendiri.

Survey lokasi dan konsultasi awal tidak dipungut biaya. Dari situ baru muncul angka yang benar-benar berlaku untuk lahan dan kebutuhan Anda.

Konsultasi Gratis