Bangun rumah di musim hujan, baik atau tidak?
Mungkin Anda sudah sering dengar jika nekat bangun rumah di musim hujan bisa-bisa rumah Anda kualitasnya jelek dan rawan rusak.
Mengutip dari Constructconnect, sebenarnya ini berkaitan dengan risiko kerusakan material yang diakibatkan oleh air hujan.
Jika bisa mengakibatkan material rusak, ini tentu juga akan berisiko pada keseluruhan kualitas struktur bangunan rumah.
Oleh karena itu, mari ketahui apa saja tips bangun rumah di musim hujan dari artikel ini!
Apa Risiko Bangun Rumah di Musim Hujan?
Selain berisiko terhadap kualitas bangunan, menjalankan proyek bangun rumah di musim hujan memiliki risiko keselamatan dan kerugian yang tinggi. Adapun beberapa risiko yang dimaksud ini seperti:
1. Bahaya Keselamatan bagi Pekerja di Lapangan

Salah satu risiko terbesar saat membangun rumah di musim hujan adalah keselamatan para tukang bangunan di lapangan.
Hujan yang terus menerus dapat menyebabkan permukaan menjadi lembab dan licin.
Dalam kondisi seperti ini, gerak pekerja jadi terbatas karena bisa mudah tergelincir.
Di samping itu, kondisi ini juga bisa jadi lebih buruk jika ada sengatan listrik yang terpapar air.
2. Risiko Jadwal Proyek yang Terlambat
Jika kondisi di lapangan berbahaya, maka proses bangun rumah perlu ditunda.
Belum lagi jika kita bicara soal tahapan konstruksi, seperti pengecoran atau pengecatan, yang harus dilakukan di cuaca yang cerah.
Dalam kondisi di mana hujan turun terus-menerus, pekerjaan ini tentu perlu ditunda dan akan mengakibatkan timeline proyek menjadi tidak sesuai rencana awal.
3. Potensi Biaya Membengkak
Semakin lama proyek berjalan maka semakin besar juga biaya yang harus Anda keluarkan, bukan?
Anda mungkin jadi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk lembur para pekerja atau membeli material baru yang rusak karena hujan.
Jadi, seperti sedia payung sebelum hujan, Anda juga perlu menyediakan anggaran tambahan untuk mengantisipasi risiko ini.
Tips Bangun Rumah di Musim Hujan
Terlepas dari banyaknya risiko yang mungkin harus dihadapi, tenang saja, karena Anda bisa menghindarinya dengan beberapa langkah yang tepat. Berikut tips bangun rumah di musim hujan yang dapat Anda jadikan sebagai panduan:
1. Pastikan Pondasi Sudah Kokoh
Rain Creek Construction dalam lamannya menyarankan jika saat akan membangun rumah di musim hujan, sebaiknya pondasi rumah sudah dibuat lebih tinggi dari permukaan sekitar.
Ini dimaksudkan untuk mencegah air hujan yang bisa menggenang di sekitar pondasi, sehingga menyebabkan kerusakan dan kebocoran pada struktur bangunan.
2. Periksa Sistem Drainase di Lokasi Proyek
Pastikan sistem drainase di lokasi pembangunan rumah sudah terpasang di awal dengan baik.
Talang dan saluran pembuangan air akan membantu mengalirkan air hujan dari atap menuju ke tempat pembuangan yang jauh dari pondasi rumah.
Ini akan mencegah adanya genangan air yang bisa membahayakan pekerja sekaligus merusak struktur bangunan.
3. Persiapkan Pelindung untuk Material atau Bagian Bangunan Agar Tidak Terekspos Air Hujan
Selama musim hujan, material bangunan sangat rentan terhadap kerusakan akibat paparan air hujan.
Pastikan untuk melindungi bahan-bahan konstruksi seperti semen, batu bata, dan kayu dari kontak langsung dengan air hujan.
Anda bisa menggunakan penutup, seperti terpal, untuk menutupi material yang ada di lokasi proyek.
Selain itu, pastikan semua celah atau sambungan pada bagian luar bangunan, seperti pada pintu atau jendela, juga terlindungi agar air tidak masuk ke dalam rumah.
4. Perhatikan Pola Cuaca
Menurut Union Galvasteel, penting untuk melakukan langkah antisipasi dengan memperhatikan pola cuaca.
Kapan biasanya musim hujan tiba? Di bulan apa biasanya curah hujan mencapai puncaknya?
Dengan tips bangun rumah saat musim hujan ini, Anda dapat merencanakan timeline proyek yang lebih efektif.
Misalnya, Anda sudah tahu jika curah hujan akan mencapai puncaknya pada pertengahan bulan November.
Jika demikian, maka Anda bisa menyelesaikan proses pengecoran dan mempersiapkan area penyimpanan material yang aman agar tidak terpapar air hujan.
5. Menggunakan Material yang Tahan Air
Pertimbangkan untuk menggunakan material yang tahan air saat membangun rumah di musim hujan.
Anda bisa mengkonsultasikannya pada kontraktor rumah Anda untuk memastikan material yang digunakan aman terhadap air hujan dan kondisi yang lembab.
Sebagai contoh, beberapa material yang mungkin bisa menjadi pilihan antara lain seperti beton bertulang, pressure-treated wood atau kayu olahan, atau genteng metal dengan infiltrasi air yang rapat.
Hal yang Perlu Dihindari Ketika Bangun Rumah di Musim Hujan
Long Son Cement dalam artikelnya Some notes for building a house in the rainy season. menjelaskan ada beberapa hal yang harus dihindari saat membangun rumah di musim hujan. Beberapa hal tersebut, meliputi:

- Menggunakan material murah dan tidak tahan air.
- Tidak mempersiapkan tempat penyimpanan material bangunan, seperti pasir, rangka besi, batu, dan semen.
- Tidak memeriksa kualitas pekerjaan secara berkala, sehingga tidak bisa mendeteksi celah kerusakan.
- Abai terhadap kondisi proyek di tengah musim hujan, yang bisa membahayakan pekerja.
- Menjalankan proyek tanpa rencana cadangan jika curah hujan ekstrim.
Nah, selain mengikuti tips bangun rumah di musim hujan yang telah kami jelaskan tadi, pastikan Anda memilih kontraktor yang berpengalaman dalam mengelola proyek selama musim hujan, ya.
Pengalaman ini sangat penting untuk memastikan pembangunan rumah Anda berjalan lancar dan kualitasnya tetap terjaga, meskipun di tengah cuaca yang tidak menentu.
Banamitra, sebagai kontraktor yang berpengalaman dalam menangani berbagai proyek besar maupun kecil, selalu memprioritaskan keselamatan kerja dan kualitas hasil bangunan.
Dengan tim profesional dan sistem manajemen proyek yang andal, kami siap membantu mewujudkan rumah impian Anda, bahkan di musim hujan sekalipun.
Ayo, konsultasikan rencana bangun rumah Anda dengan kami!
Hubungi Banamitra dan biarkan kami menjadi mitra terpercaya Anda dalam membangun rumah yang aman, nyaman, dan berkualitas!