Bangun rumah impian memang menjadi momen bahagia yang paling kita & keluarga tunggu-tunggu.
Sebab, siapa tidak mau, melihat gambaran rumah yang diimpikan akhirnya terwujud menjadi nyata?
Terlebih, membayangkan betapa bahagia dan tentramnya, menghabiskan masa tua bersama pasangan dan cucu tercinta!
Hati-Hati terhadap Tipu Daya Kontraktor Nakal yang Menyesatkan!
Namun, tidak dimungkiri, ada saja pihak yang mencoba merusak kebahagiaan kita & keluarga ini.
Salah satunya, ya, kontraktor nakal — yang mencoba mencari keuntungan dengan cara menipu kita — dengan kerugian yang totalnya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah!
Kami sendiri, Banamitra, sering mendapatkan keluhan dari klien kami tentang bagaimana mereka hampir saja terjerumus dalam perangkap ulah kontraktor nakal ini.
Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang sudah terlanjur terperangkap dalam akal bulus kejahatan ini tanpa bisa keluar darinya.
Kisah Pilu Sofia, Warna Kabupaten Blitar yang Tertipu Kontraktor Nakal Hingga Rp 300 Juta Rupiah!
Sebut saja Sofia, yang setahun silam membuat pengakuan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan oleh salah satu kontraktor nakal yang kata dirinya memiliki branding yang bagus di media sosial (berita lebih lengkapnya bisa baca di sini).
Kata Sofia, kontraktor tersebut menjanjikan proyek pembangunan rumahnya akan selesai tepat waktu sesuai kesepakatan di awal.
Namun, ternyata, sampai batas waktu yang telah ditentukan, Sofia mendapati bahwa progres pembangunan bahkan belum mencapai 50 persen!
Sudah begitu, tidak ada tanda-tanda aktivitas pekerja.
Geram dan merasa tertipu, Sofia pun mencoba menempuh jalur hukum untuk mendapatkan haknya kembali.
Terlebih, kontraktor yang berupaya menipunya ini ternyata sama sekali ditemukan tidak melanjutkan pembangunan setelah termin selanjutnya telah dilunasi!
Kepada banyak orang, kuasa hukum Sofia berpesan agar kita tetap hati-hati dalam memilih kontraktor, sekalipun yang sudah memiliki branding yang bagus di media sosial.
Bahkan, Ada Orang Bernama Bhagwanti yang Sampai Tertipu Rp 2,5 Miliar oleh Oknum Nakal!
Yang dialami Bhagwanti lebih parah lagi.
Melansir laman Tabloid Mantap, dirinya bahkan dirugikan sampai Rp 2,5 Miliar oleh pihak kontraktor yang ia ajak kerja sama, di mana hasilnya 100% TIDAK SAMA dengan struktur maupun desain yang telah dijanjikan di awal.
Spesifik ke ketebalan cor saja, sangat diragukan apakah sesuai dengan yang tercantum dalam RAB atau tidak.
Yang, kalau hasilnya ternyata 100% VALID, maka dapat diindikasikan ada praktik penipuan dan penggelapan uang.
Dari yang mungkin budget harusnya sebesar Rp 300 juta saja, eh, dibesar-besarkan hingga Rp 2,5 Miliar!
Sudah tidak untung, keuangan pun sangat buntung!
Waduh, Saya Jadi Takut…Kira-Kira Bagaimana Cara Saya Mengenali Ciri Kontraktor Nakal?
1. Hasil Bangun Rumah yang Mereka Kerjakan Tidak Sesuai dengan Desain Rumah yang Dijanjikan di Awal!
Jangan salah, walaupun sekilas tampaknya remeh, ternyata hal ini mengindikasikan apakah suatu kontraktor nakal atau tidak!
Mau dimungkiri atau tidak, Anda sebagai klien memiliki hak untuk mendapatkan hasil sesuai yang dijanjikan, terlebih Anda sudah merogoh uang yang sangat tidak sedikit untuk menggunakan jasa suatu kontraktor.
Hasil pekerjaan yang tidak sesuai juga bisa saja menunjukkan ada tindak penipuan dan penggelapan oleh pihak kontraktor yang mengakibatkan hasil yang diberikan kurang maksimal.
Tidak hanya itu, saat memutuskan untuk bekerja sama dengan kontraktor, Anda sebenarnya juga sedang menjalin hubungan hukum berdasarkan kesepakatan dengan mereka.
Yang, jika salah satu pihak melanggar, termasuknya pelanggaran secara perdata.
Lebih lengkapnya bisa Anda baca di penjelasan berikut ini.
Jadi, kalau Anda menemukan — minimal di media sosialnya — si kontraktor memiliki portofolio hasil bangun rumah yang tidak sesuai dengan desain rumah yang mereka buat, maka Banamitra sangat sarankan untuk kalian langsung saja mundur jauh-jauh dari mereka.
Bagaimana jika tidak ditampilkan di media sosial?
Minimal coba minta portofolio mereka saat Anda menghubungi bagian customer service (CS) mereka.
Jika mereka masih tidak mau menjawab, maka sebaiknya Anda mundur saja pelan-pelan.
2. Progres Pembangunan Molor dari yang Dijanjikan!
Ini juga jangan sampai Anda anggap sepele!
Karena, kalau pembangunan sampai molor, Anda sebenarnya sangat dirugikan secara finansial!
Bahkan, bisa jadi salah satu praktik penipuan oleh pihak kontraktor kepada Anda!
Pembangunan yang molor mengindikasikan bahwa Anda perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membayar kontraktor baik untuk tukang, material, atau bahkan sampai perawatan pembangunan.
Pun, kalau ada timeline-nya mundur, dari mereka harus siap untuk BERTANGGUNG JAWAB mengganti kerugian yang Anda alami.
Sudah molor tapi tidak mau bertanggung jawab untuk ganti rugi?
Langsung saja mundur pelan-pelan!
Karena rugi juga di Anda jika sampai terpaksa menempuh jalur hukum seperti yang kami kisahkan tadi!
3. Minta Seluruh Pembayaran 100% Lunas di Awal
Apalagi, untuk proyek yang nilainya berada dalam rentang ratusan juta hingga miliaran rupiah, sudah FIX ada indikasi penipuan!
Kontraktor yang terpercaya biasanya sangat memahami bahwa klien mereka butuh kepercayaan untuk akhirnya mau melunasi pembayaran mereka.
Maka itu, mereka rata-rata tidak akan meminta semua pembayaran harus lunas di awal.
Paling yang mereka minta tidak lebih dari 10 persen dari total cost pembangunan mereka.
Dan, untuk pembayaran seterusnya mereka akan pakai sistem termin.
Dengan catatan, mereka akan meminta pembayaran untuk termin selanjutnya jika sudah melunasi hutang pekerjaan mereka.
Jika tidak, hati-hati saja Anda sudah masuk dalam perangkap kontraktor nakal!
4. Sudah Memiliki Legalitas yang Jelas & Sah di Mata Hukum
Ini sudah hukum wajib ketika Anda menggunakan jasa suatu kontraktor, ya.
Pokoknya, jangan sampai Anda memilih jasa kontraktor yang belum memiliki legalitas hukum yang sah.
Apalagi, ini sudah berbicara soal proyek Anda yang nilainya mencapai hingga miliaran rupiah…jangan sampai Anda merugi karena kecerobohan dalam memilih jasa kontraktor!
Bagaimana cara mudah mengenalinya?
Anda tinggal lihat di website mereka, apakah mereka sudah mencantumkan file SK legalitas perusahaan mereka.
Contohnya, seperti Banamitra, di mana kami menaruh SK legalitas di halaman “Tentang Kami”.

Sekaligus untuk menunjukkan bahwa kami adalah kontraktor rumah yang dapat Anda percaya untuk menemani setiap langkah dan proses membangun rumah impian kalian.
5. Pihak Kontraktor Tidak Membayar Supplier Mereka
Padahal, membayar supplier untuk kebutuhan material bangunan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor, bukan Anda.
Mengingat, kebutuhan material harusnya disesuaikan dengan desain maupun realisasi pembangunan rumah Anda, yang mana harusnya menjadi pengetahuan maupun cakupan pekerjaan pihak kontraktor.
Jadi, kalau Anda sampai menemukan di surat kontrak tidak mencantumkan soal ini, Anda kami sangat sarankan untuk MUNDUR saja dari kerja sama dengan mereka.
Karena, kalau tiba-tiba ada kebutuhan material mendadak dari mereka, yang ada Anda yang akan sangat dirugikan.
Merekanya ya tetap aman-aman saja.
Wujudkan Rumah Impian Anda Bersama Kontraktor Terpercaya seperti Banamitra!
Daripada memilih yang tidak pasti, lebih baik Anda percayakan saja urusan bangun rumah impian Anda dengan Banamitra!
Kami adalah kontraktor rumah terpercaya nomor 1 di Medan yang sudah membangun ratusan rumah impian!
Kepercayaan dari Anda adalah hal utama yang kami prioritaskan & fokuskan dalam pelayanan kami!
Sehingga, kami pastikan bahwa setiap langkah kami akan tetap linear dan sinergis dengan visi rumah impian Anda & keluarga!
Mari gunakan jasa bangun rumah Medan Banamitra!
Wujudkan Rumah Impian Tanpa Rasa Was-Was!