7 Cara Bangun Rumah Mewah yang Sehat & Nyaman

Anda ingin membangun rumah mewah, tapi takut rumah impian Anda tidak memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan?

Jangan sampai rumah mewah impian Anda malah jadi sumber penyakit!

Apalagi sehat dan nyaman jadi poin penting agar hidup Anda dan keluarga di rumah benar-benar berkualitas dan bebas stres.

Sebab itu, kami akan membantu Anda menemukan cara bangun rumah mewah yang sehat di artikel ini.

Mari simak informasi lengkapnya!

Pentingnya Membangun Rumah Mewah yang Sehat!

cara bangun rumah yang sehat (1)
Sumber: Freepik

Sebelum membahas langkah-langkah membangun rumah mewah yang sehat, alangkah baiknya Anda mengetahui dulu pentingnya mengutamakan kesehatan dan kenyamanan rumah.

1. Meminimalisir Paparan Terhadap Polutan, Alergen, Dan Bahan Berbahaya

Udara dalam ruangan sering kali lebih tercemar dibandingkan udara luar, lho!

Polutan seperti debu, asap rokok, dan gas dari bahan bangunan bisa menyebabkan iritasi mata dan penyakit asma. 

Sementara alergen dari bulu hewan, tungau debu, dan jamur yang umum ditemukan di dalam rumah dapat memicu bersin-bersin, hidung tersumbat, dan gatal-gatal.

Apalagi kalau Anda menggunakan bahan bangunan dan furniture mengandung bahan kimia berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan VOC (Volatile Organic Compounds). Gas beracun bisa lepas ke udara dan berdampak buruk pada kesehatan.

Tentu Anda tidak mau risiko ini terjadi, kan?

2. Membuat Suasana Rumah Aman dan Nyaman

Jika rumah mewah sehat, maka suasana dalam rumah pun ikut aman dan nyaman.

Suasana ini sangat berpengaruh agar tidur nyenyak dan kesehatan, baik mental maupun fisik, lebih terjaga.

Rumah aman dan nyaman juga meningkatkan produktivitas penghuninya. Lingkungan tenang dan bebas stres membuat kita fokus pada aktivitas sehari-hari. Sekaligus mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

3. Nilai Jual Lebih Tinggi dan Cepat Laku di Pasaran

Anda pasti ingin nilai jual rumah mewah Anda lebih tinggi dan cepat laku, kan?

Investasi properti, terutama rumah mewah, memang cara efektif untuk meningkatkan aset. 

Nah, rumah mewah yang dibangun dengan mempertimbangkan aspek kesehatan penghuninya, desain menarik, kualitas bangunan baik, dan lokasi strategis biasanya akan lebih cepat laku di pasaran.

Ini Dia Cara Bangun Rumah Mewah yang Sehat secara Berurutan!

1. Pilih Desain Rumah yang Memprioritaskan Pencahayaan dan Ventilasi Alami

cara bangun rumah yang sehat - cahaya alami
Sumber: Pexels

Perhatikan arah matahari terbit dan terbenam di lokasi Anda. 

Idealnya, ruang-ruang utama seperti ruang keluarga dan kamar tidur mendapatkan sinar matahari pagi dan terlindung dari sinar matahari sore.

Sementara cahaya matahari dari arah utara cenderung lebih lembut dan konsisten sepanjang hari, cocok untuk ruang kerja atau studio.

2. Pilih Material Alami

cara bangun rumah yang sehat - material alami
Sumber: Pexels

Dibandingkan kayu kayu olahan seperti plywood atau MDF, sebaiknya pilih kayu asli, seperti kayu jati, merbau, atau ulin, yang terkenal kuat, awet, dan tahan terhadap serangan rayap.

Melansir treehugger, karena asli dari alam, kayu asli cenderung lebih aman dan tidak menyebabkan alergi. Sebab tak hanya mampu menyerap bau dan kotoran di udara, kayu asli juga bisa menjaga kelembapan udara, jadi ruangan terasa lebih nyaman.

Selain kayu, penggunaan batu alam, seperti batu andesit, batu marmer, batu granit, dan batu palimanan dapat diaplikasikan pada dinding eksterior dan interior, lantai, pagar, dan elemen dekoratif lainnya.

3. Gunakan Cat dan Pelapis Rendah VOC

cara bangun rumah yang sehat - cat rumah
Sumber: Freepik

Pastikan cat atau pelapis yang Anda pilih memiliki label yang mencantumkan kandungan VOC (Volatile Organic Compounds) dalam gram per liter (g/L).

VOC adalah senyawa organik yang mudah menguap pada suhu ruang dan dapat mencemari udara dalam ruangan. 

Paparan VOC jangka panjang menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti sakit kepala, iritasi mata, hingga gangguan pernapasan dan sistem saraf.

Di Indonesia, memang belum ada standar nasional yang mengatur batas VOC untuk cat. Namun, sebagai acuan, di Amerika Serikat, EPA (Environmental Protection Agency) menetapkan batas VOC maksimal 250 g/L untuk cat arsitektur.

Cat berbasis air umumnya memiliki kandungan VOC yang lebih rendah dibandingkan cat berbasis minyak.

4. Menempatkan Jendela di Posisi yang Berlawanan dan Membuat Bukaan Ventilasi

cara bangun rumah yang sehat - jendela ventilasi
Sumber: Pexels

Tempatkan jendela atau bukaan ventilasi pada dinding yang berhadapan

Jadi saat jendela dibuka, udara akan mengalir masuk melalui satu jendela dan keluar melalui jendela di seberangnya.

Usahakan menggunakan jendela berukuran besar– idealnya minimal 15-20% dari luas lantai ruangan– atau kombinasi beberapa jendela kecil untuk memaksimalkan aliran udara.

Tempatkan satu jendela di posisi lebih tinggi dan jendela lainnya di posisi lebih rendah. 

Sebab, udara panas cenderung naik, sehingga jendela yang lebih tinggi akan membantu mengeluarkan udara panas. Sementara jendela lebih rendah membantu memasukkan udara segar yang lebih dingin.

Kemudian buat bukaan ventilasi di bagian atas dinding, di atas jendela.

Bukaan ini berguna mengeluarkan udara panas yang terperangkap di bagian atas ruangan.

5. Membuat Kamar Mandi dengan Ventilasi dan Cahaya Alami

cara bangun rumah yang sehat - kamar mandi
Sumber: Pexels

Pasang jendela jungkit atau jendela awning yang cocok untuk kamar mandi karena dapat dibuka sedikit untuk ventilasi tanpa mengorbankan privasi.

Jika memungkinkan, tempatkan jendela di dinding yang berlawanan dengan pintu untuk ventilasi silang seperti yang sudah kita bahas sebelumnya.

Kemudian, jika perlu, pasang exhaust fan untuk menghisap udara lembab dan bau tak sedap keluar dari kamar mandi. Pastikan exhaust fan terhubung dengan saluran pembuangan udara ke luar rumah.

Anda juga bisa menempatkan tanaman hias yang mampu tumbuh di lingkungan lembab,, misalnya lidah mertua, sirih gading, dan spider plant

Tanaman hias tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membantu membersihkan udara dan menyerap kelembapan.

6. Memisahkan Dapur dari Ruangan Lain dengan Partisi atau Pintu Geser

cara bangun rumah yang sehat - partisi dapur
Sumber: Freepik

Gunanya agar asap dan bau masakan dari dapur menyebar ke seluruh rumah dan mengganggu kenyamanan di ruangan lain, seperti ruang keluarga atau ruang tamu.

Dinding setengah tinggi atau partisi permanen lainnya dapat membantu memisahkan ruang dapur tanpa menutupnya sepenuhnya. 

Partisi geser dari kaca atau kayu juga pilihan bagus, jadi Anda bisa membuka dan menutupnya sesuai kebutuhan.

Namun, pastikan partisi atau pintu geser tidak menghalangi sirkulasi udara di dapur dan ruangan lainnya, ya!

7. Letakkan Tanaman Hias di Dalam Ruangan

cara bangun rumah yang sehat - tanaman hias
Sumber: Pexels

Tanaman hias berperan sebagai filter alami yang menyerap polutan dan racun dari udara, seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilen, yang umumnya terdapat pada bahan bangunan, furniture, dan produk pembersih.

Studi juga menunjukkan keberadaan tanaman hias di dalam ruangan dapat mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan konsentrasi.

Pilih jenis tanaman yang mudah dirawat dan tahan terhadap kondisi dalam ruangan, seperti lidah mertua, sirih gading, spider plant, atau snake plant.

Letakkan tanaman hias di tempat yang memaksimalkan manfaatnya, misalnya di dekat jendela untuk mendapatkan cahaya matahari atau di sudut ruangan untuk menambah estetika.

Kriteria Rumah Mewah yang Sehat, Apa Saja?

cara bangun rumah yang sehat (2)
Sumber: Freepik

Melansir National Association of Home Builders (NAHB) Amerika Serikat, rumah yang sehat setidaknya mencakup beberapa aspek ini:

1. Sirkulasi Udara dan Ventilasi

Rumah harus memiliki sistem ventilasi yang baik untuk mengalirkan udara segar secara terus-menerus dan mengeluarkan udara kotor, lembap, dan berpolutan.

Agar lebih hemat energi dan kualitas udara baik, disarankan menggunakan energy recovery ventilator (ERV).

2. Material Bangunan Alami dan Bebas Racun

Material bangunan yang tidak mengandung zat kimia berbahaya, seperti VOC pada cat dan pelapis harus diprioritaskan.

Pertimbangkan penggunaan material alami seperti kayu, batu, dan bambu yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

3. Hemat Energi

Rumah harus memiliki isolasi yang baik untuk mencegah kehilangan energi dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman.

Gunakan peralatan rumah tangga hemat energi, seperti kompor induksi dan lampu LED.

4. Kualitas Udara dalam Ruangan

Kurangi sumber polutan udara dalam ruangan, seperti asap rokok, produk pembersih berbahan kimia, dan bahan bangunan yang mengandung VOC.

Letakkan tanaman hias di dalam ruangan untuk membantu memurnikan udara dan meningkatkan kualitas udara.

5. Pencahayaan

Maksimalkan pencahayaan alami dengan jendela dan penempatan tepat seperti yang sudah kita bahas sebelumnya.

Jika memungkinkan, gunakan lampu LED dengan color temperature yang dapat diatur untuk menciptakan suasana sesuai kebutuhan.

6. Kamar Mandi dan Dapur

Kamar mandi dan dapur harus memiliki ventilasi yang baik untuk mengeluarkan uap air dan bau. 

Gunakan material tahan air dan mudah dibersihkan di kamar mandi dan dapur.

Pertimbangkan untuk memisahkan dapur dari ruangan lain agar bau masakan tidak menyebar ke ruangan lain.

7. Kebiasaan Hidup Sehat

Bersihkan rumah secara teratur untuk menghilangkan debu, kotoran, dan alergen.

Pilih produk pembersih yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Apa yang Harus Dihindari saat Bangun Rumah Mewah yang Sehat?

cara bangun rumah yang sehat (3)
Sumber: Freepik

1. Mengabaikan Kualitas Material Bangunan

Material murah memang menggiurkan karena menghemat biaya. Namun, material berkualitas rendah cenderung tidak tahan lama dan bisa membahayakan kesehatan. 

Misalnya, cat dengan kandungan timbal tinggi, kayu mudah lapuk, atau pipa yang mudah berkarat.

Sebaiknya jangan pilih material berkualitas rendah karena berdampak serius pada kesehatan Anda dan rumah.

Pilih material berkualitas tinggi yang tahan lama, ramah lingkungan, dan aman bagi kesehatan. 

2. Desain yang Buruk untuk Sirkulasi Udara dan Pencahayaan

Ruangan pengap dan lembap bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Akibatnya, memicu masalah pernapasan dan alergi.

Selain itu, kurangnya cahaya alami dapat membuat rumah terasa suram dan lembap, serta mengganggu ritme sirkadian tubuh.

3. Mengabaikan Efisiensi Energi

Rumah mewah sering kali konsumsi energi yang tinggi, misalnya menggunakan AC dan lampu berlebihan.

Padahal, meski mewah, Anda tetap harus mempertimbangkan efisiensi energi untuk mengurangi tagihan listrik dan dampak lingkungan.

4. Tata Letak Ruang yang Tidak Ergonomis

Penempatan furnitur dan perlengkapan yang tidak tepat dapat membuat rumah terasa sempit dan tidak nyaman, serta meningkatkan risiko cedera.

Jadi, rancang tata letak ruang yang ergonomis dan fungsional. Perhatikan alur pergerakan dan sirkulasi di dalam rumah.

Pastikan ada cukup ruang untuk bergerak dengan leluasa di setiap ruangan.

Mari Wujudkan Mimpi Anda Bersama Banamitra!

Sekarang Anda sudah tahu cara bangun rumah mewah yang sehat, kan?

Mari wujudkan rumah sehat agar hidup Anda dan keluarga lebih aman dan nyaman!

Banamitra siap membantu Anda mewujudkan rumah impian di Medan dan sekitarnya, lho!

Banamitra adalah perusahaan kontraktor yang berlokasi di Medan dan sudah berpengalaman 7+ tahun membangun dan merenovasi rumah, baik proyek kecil maupun proyek besar.

Anda bisa melihat portofolio kami di sini.

Jika masih bingung, Anda bisa hubungi admin WhatsApp kami untuk KONSULTASI GRATIS tentang perencanaan desain dan anggaran biaya!

Wujudkan rumah impian Anda sekarang juga!

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top